Konsumsi per jam (L/jam)
Volume bahan bakar yang dipakai selama satu jam operasi pada beban tertentu. Mudah dipahami, tetapi belum memperhitungkan hasil kerja.
Parameter dan metode uji yang digunakan untuk menilai tenaga, efisiensi, kemampuan kerja, dan keselamatan traktor roda dua maupun roda empat.
Traktor roda dua dan roda empat sama-sama menjadi sumber tenaga di lahan, tetapi cara kerja dan risikonya berbeda sehingga fokus pengujiannya juga berbeda.
Dikendalikan operator yang berjalan di belakang mesin. Umumnya digunakan untuk membajak dan menggaru sawah dengan implemen bajak singkal, bajak rotari, atau gelebek. Pengujian banyak dilakukan di lahan karena interaksi roda besi dengan lumpur sangat menentukan kinerja.
Dilengkapi tempat duduk operator, sistem hidrolik tiga titik, dan poros PTO untuk menggerakkan implemen. Pengujian meliputi uji di laboratorium (daya PTO, hidrolik) dan di lintasan uji (uji tarik) yang umumnya mengikuti kode uji traktor yang diakui internasional.
Daya yang tertera di brosur umumnya adalah daya mesin penggerak. Namun yang bermanfaat bagi pekerjaan di lahan adalah daya yang sampai ke implemen. Karena itu pengujian membedakan beberapa titik ukur:
Uji daya biasanya dilakukan pada putaran nominal dan sejumlah putaran lain untuk membentuk kurva daya–torsi–putaran. Dari kurva ini terlihat rentang putaran tempat mesin bekerja paling efektif.
| Titik ukur | Satuan | Alat ukur umum |
|---|---|---|
| Torsi poros | N·m | Dinamometer, torsi meter |
| Putaran | rpm | Tachometer optik atau magnetik |
| Daya | kW | Dihitung dari torsi × putaran |
| Gaya tarik | kN | Sel beban (load cell) pada batang tarik |
| Kecepatan maju | km/jam | Roda kelima, radar, atau GNSS |
| Slip roda | % | Perbandingan putaran roda dan jarak tempuh |
Pada uji tarik, traktor menarik kendaraan pembebanan yang hambatannya dapat diatur. Sel beban di antara keduanya mencatat gaya tarik, sementara kecepatan dan putaran roda direkam terus-menerus.
Ketika beban dinaikkan, gaya tarik meningkat — tetapi slip roda juga bertambah. Pada titik tertentu, tambahan beban justru menurunkan daya tarik karena roda lebih banyak berputar di tempat. Dari pengujian ini diperoleh gaya tarik maksimum, daya tarik maksimum, serta slip pada kondisi kerja.
Kinerja tarik sangat dipengaruhi permukaan uji, tekanan ban, dan pemberat roda. Karena itu laporan uji tarik selalu mencantumkan kondisi lintasan dan konfigurasi traktor.
Volume bahan bakar yang dipakai selama satu jam operasi pada beban tertentu. Mudah dipahami, tetapi belum memperhitungkan hasil kerja.
Massa bahan bakar untuk menghasilkan satu kilowatt-jam energi. Parameter ini paling adil untuk membandingkan efisiensi mesin berbeda ukuran.
Bahan bakar untuk mengerjakan satu hektare. Paling relevan bagi pengguna karena langsung terkait biaya per musim tanam.
Konsumsi diukur dengan menimbang tangki atau memakai flow meter bahan bakar selama periode uji yang terkendali. Suhu bahan bakar ikut dicatat karena memengaruhi massa jenisnya.
Terguling merupakan salah satu risiko paling serius pada traktor, terutama saat melintasi pematang, tanggul, atau lereng. Pengujian keselamatan menilai bagaimana rancangan traktor mengendalikan risiko tersebut.
Posisi titik berat diukur untuk memperkirakan batas kemiringan aman ke samping maupun ke belakang.
Rangka pelindung guling (ROPS) diuji dengan pembebanan agar tetap menyisakan ruang aman bagi operator.
Jarak pengereman, kemampuan parkir di lereng, dan radius belok diperiksa terhadap persyaratan.
Tingkat bunyi di posisi telinga operator diukur dengan sound level meter pada beban kerja.
Poros dan sambungan berputar wajib tertutup pelindung yang kuat dan tidak mudah dilepas.
Jangkauan tuas, gaya pedal, serta label dan simbol kendali dinilai dari sisi ergonomi.
Untuk traktor yang digunakan mengolah tanah, uji lapangan melengkapi uji laboratorium. Traktor dioperasikan dengan implemen tertentu di petak uji yang kondisinya dicatat: tekstur tanah, kadar air, kedalaman lapisan olah, dan sisa tanaman.