Debit (Q)
Volume air yang dialirkan per satuan waktu, dinyatakan dalam liter/detik atau m³/jam.
Memahami debit, head, efisiensi, dan kebutuhan energi pompa agar sistem irigasi bekerja optimal dan hemat biaya operasional.
Volume air yang dialirkan per satuan waktu, dinyatakan dalam liter/detik atau m³/jam.
Tinggi energi yang diberikan pompa kepada air, dinyatakan dalam meter kolom air.
Daya poros yang dibutuhkan pompa dan daya hidrolik yang diterima air, dalam kW.
Perbandingan daya hidrolik terhadap daya poros; menunjukkan berapa banyak energi yang benar-benar menjadi aliran air.
Head total yang harus dilayani pompa terdiri atas beberapa komponen. Kesalahan menaksir head adalah penyebab umum pompa “tidak kuat” di lapangan, padahal pompanya sendiri tidak bermasalah.
Dalam pengujian, head dihitung dari pembacaan alat ukur tekanan di sisi isap dan sisi buang pompa, ditambah koreksi beda tinggi antar-titik ukur dan beda kecepatan aliran.
Phidrolik = ρ · g · Q · H
ρ = massa jenis air (kg/m³), g = percepatan gravitasi (m/s²), Q = debit (m³/s), H = head total (m).
ηpompa = Phidrolik ÷ Pporos
Daya poros diukur dengan torsi meter, atau dihitung dari daya listrik motor dikalikan efisiensi motor yang diketahui.
Pompa diuji pada beberapa titik debit dengan mengatur bukaan katup di saluran buang, pada putaran yang dijaga tetap. Hasilnya diplot menjadi kurva karakteristik:
Titik kerja sebenarnya adalah perpotongan kurva Q–H pompa dengan kurva kebutuhan sistem irigasi. Pompa dipilih agar titik kerja berada sedekat mungkin dengan BEP.
Untuk pompa yang digerakkan motor bakar, efisiensi menyeluruh merupakan perkalian efisiensi motor penggerak, transmisi (sabuk atau kopling), dan pompa itu sendiri.
| Parameter | Cara pengukuran | Makna praktis |
|---|---|---|
| Konsumsi bahan bakar | Penimbangan tangki atau flow meter selama periode uji | Biaya operasional per jam pemompaan |
| Energi spesifik | Energi masukan dibagi volume air terpompa | Biaya untuk mengalirkan setiap meter kubik air |
| Daya listrik | Wattmeter pada pompa bermotor listrik | Kapasitas sambungan listrik yang dibutuhkan |
| Putaran kerja | Tachometer pada poros pompa | Memastikan pompa diuji pada putaran nominal |
Pompa yang dioperasikan jauh dari titik efisiensi terbaik tetap mengalirkan air, tetapi energi yang terbuang bisa signifikan. Selama satu musim tanam, selisih efisiensi beberapa persen dapat berarti ratusan liter bahan bakar.
Ketika tekanan di sisi isap terlalu rendah, air dapat menguap membentuk gelembung yang kemudian pecah di dalam impeler. Gejalanya: suara berderak, getaran, penurunan debit, dan pengikisan impeler dalam jangka panjang.
Pengujian NPSH (net positive suction head) menentukan tekanan isap minimum yang dibutuhkan pompa agar bebas dari kavitasi.
Mengalirkan air ke petakan sawah atau alur. Membutuhkan debit besar dengan head relatif rendah — pompa aliran campuran atau sentrifugal berdiameter besar umum dipakai.
Air disemprotkan melalui nosel bertekanan. Membutuhkan head lebih tinggi agar tekanan di nosel memadai dan sebaran air merata.
Air diberikan perlahan di dekat akar. Debit kecil, tekanan stabil, dan penyaringan air menjadi kunci agar emiter tidak tersumbat.