Dinamometer
Mengukur torsi dan daya mesin atau poros PTO dengan memberikan beban yang dapat diatur.
Mengenal fungsi, instrumen, kalibrasi, dan sistem mutu yang membuat angka hasil uji alat mesin pertanian dapat dipercaya.
Laboratorium pengujian alsintan menyediakan lingkungan, peralatan, dan personel untuk mengukur karakteristik mesin secara objektif. Fasilitasnya dapat berupa ruang uji dinamometer, bak uji pompa, lintasan uji traktor, hingga petak lahan percobaan untuk uji lapangan.
Halaman ini menjelaskan laboratorium pengujian secara umum. BPM ALSINTAN sebagai portal informasi tidak memiliki dan tidak mengoperasikan fasilitas laboratorium.
Mengukur daya, kapasitas, debit, dan efisiensi.
Menilai pelindung, stabilitas, kebisingan, dan getaran.
Mengoperasikan mesin dalam waktu panjang untuk melihat keausan.
Menganalisis sampel gabah, tanah, atau air hasil kerja mesin.
Pemilihan instrumen disesuaikan dengan besaran yang diukur, rentang nilai, dan tingkat ketelitian yang dipersyaratkan metode uji.
Mengukur torsi dan daya mesin atau poros PTO dengan memberikan beban yang dapat diatur.
Sensor gaya untuk uji tarik traktor, uji angkat hidrolik, dan penimbangan.
Mengukur putaran poros, roda, atau silinder perontok secara kontak maupun optik.
Flow meter atau timbangan tangki untuk menghitung konsumsi bahan bakar.
Mengukur debit pompa, misalnya jenis elektromagnetik atau ultrasonik.
Manometer dan transduser tekanan untuk menghitung head pompa dan tekanan hidrolik.
Mengukur tingkat kebisingan di posisi operator dan di sekitar mesin.
Merekam sinyal banyak sensor secara bersamaan dengan stempel waktu.
Kalibrasi adalah kegiatan membandingkan penunjukan alat ukur dengan acuan yang nilainya diketahui, lalu menyatakan koreksi dan ketidakpastiannya. Kalibrasi tidak sama dengan penyetelan — alat dapat dikalibrasi tanpa diubah sama sekali.
Ketertelusuran berarti hasil pengukuran dapat dihubungkan ke acuan yang lebih tinggi melalui rantai kalibrasi yang tidak terputus dan terdokumentasi, hingga ke satuan SI. Di setiap mata rantai, ketidakpastian ikut dicatat.
Laboratorium mengutamakan metode baku dari standar yang diakui. Bila memakai metode yang dikembangkan sendiri, metode tersebut harus divalidasi.
Sebelum dipakai rutin, laboratorium membuktikan bahwa personel dan peralatannya mampu menjalankan metode sesuai unjuk kerja yang diharapkan.
Kondisi lingkungan yang berpengaruh — suhu, kelembapan, tekanan udara — dipantau dan dicatat selama pengujian.
Pengujian alsintan melibatkan bagian berputar, beban berat, bahan bakar, gas buang, dan kebisingan tinggi. Pengendalian risiko menjadi bagian dari setiap prosedur uji.
Pelindung telinga, sepatu keselamatan, sarung tangan, dan pakaian yang tidak mudah tersangkut.
Penguncian energi saat perawatan, pelindung sementara pada titik ukur, dan area terlarang di sekitar poros.
Ventilasi ruang uji, sistem pembuangan gas, dan alat pemadam api yang mudah dijangkau.
Laboratorium yang kompeten menjalankan sistem manajemen yang mengatur personel, peralatan, metode, rekaman, dan penanganan keluhan. Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi dikenal secara internasional sebagai ISO/IEC 17025.