Kapasitas lapang teoretis
Dihitung dari lebar potong efektif dan kecepatan maju. Menggambarkan potensi maksimum bila mesin bekerja tanpa henti.
Bagaimana kapasitas panen, kehilangan hasil, dan mutu gabah diukur untuk menilai kinerja combine harvester secara menyeluruh.
Combine harvester menggabungkan beberapa pekerjaan panen yang sebelumnya dilakukan terpisah. Setiap unit fungsional berpotensi menjadi sumber kehilangan hasil, sehingga pengujian perlu menilai kinerja masing-masing unit, bukan hanya hasil akhirnya.
Dihitung dari lebar potong efektif dan kecepatan maju. Menggambarkan potensi maksimum bila mesin bekerja tanpa henti.
Luas lahan yang benar-benar terpanen dibagi total waktu kerja, termasuk waktu belok, membongkar gabah, dan penyetelan.
Massa tanaman (gabah + jerami) yang diproses per jam. Penting karena kinerja perontok dan separasi bergantung pada laju umpan.
Dua mesin dengan lebar potong sama dapat memiliki kapasitas efektif yang jauh berbeda karena kecepatan belok, volume tangki gabah, dan cara pembongkaran. Karena itu kapasitas efektif lebih berguna untuk perencanaan jasa panen.
Kehilangan hasil dinyatakan sebagai persentase terhadap total hasil yang tersedia. Pengukurannya dilakukan dengan mengumpulkan gabah tercecer pada area sampel di belakang dan di samping lintasan mesin, serta menampung buangan jerami dan kotoran dari unit pembersih.
| Jenis kehilangan | Sumber | Faktor yang memengaruhi |
|---|---|---|
| Kehilangan pra-panen | Gabah rontok sebelum mesin lewat | Umur panen, varietas, angin, hujan |
| Kehilangan header | Malai tidak terpotong atau terlempar reel | Tinggi potong, kecepatan reel, tanaman rebah |
| Kehilangan perontokan | Bulir masih menempel pada malai di jerami | Putaran silinder, celah perontok, kadar air |
| Kehilangan separasi | Bulir lepas terbawa bersama jerami | Laju umpan, panjang unit separasi |
| Kehilangan pembersihan | Gabah bernas terbuang bersama kotoran | Kecepatan kipas, bukaan ayakan |
Kehilangan pra-panen diukur terpisah sebelum mesin beroperasi agar tidak dibebankan pada kinerja mesin. Hasil pengukuran kemudian dikoreksi terhadap kadar air gabah supaya dapat dibandingkan antar-lokasi.
Persentase gabah bersih dibandingkan total bahan di tangki. Sisanya berupa jerami, gabah hampa, dan tanah.
Butir retak atau patah akibat perontokan terlalu agresif; memengaruhi rendemen giling.
Bulir yang masih menempel di malai dalam tangki, menandakan setelan perontok kurang tepat.
Dicatat sebagai kondisi uji karena berpengaruh pada kemudahan rontok dan risiko kerusakan butir.
Mesin yang cepat tetapi menghasilkan banyak gabah pecah atau kotor akan menurunkan harga jual dan rendemen beras. Pengujian mutu gabah dilakukan dengan mengambil sampel dari tangki pada interval tertentu, lalu memilah komponennya di laboratorium menggunakan ayakan, penghembus, dan timbangan presisi.
Kombinasi data kapasitas, kehilangan, dan mutu gabah memberikan gambaran utuh — mesin terbaik adalah yang menyeimbangkan ketiganya, bukan yang unggul pada satu parameter saja.
Kinerja combine harvester sangat dipengaruhi kondisi lahan dan tanaman. Pengujian yang baik mencatat dan, bila memungkinkan, mencakup beberapa kondisi berikut.
Kedalaman lumpur dan daya dukung tanah memengaruhi kemampuan mesin bergerak tanpa terperosok.
Tanaman yang roboh menuntut penyetelan header dan reel yang berbeda untuk menekan kehilangan.
Gabah terlalu basah sulit dirontok; terlalu kering mudah pecah dan rontok di header.
Petak kecil dan tidak beraturan memperbanyak waktu belok sehingga kapasitas efektif turun.
Tekanan ke tanah juga menjadi parameter penting di sawah. Mesin dengan rantai (track) lebar membagi bobotnya ke area yang lebih luas sehingga tidak mudah amblas dan tidak merusak lapisan kedap air di bawah lapisan olah.
Bagi usaha jasa alsintan, hasil uji diterjemahkan menjadi perhitungan ekonomi: berapa hektare per hari, berapa bahan bakar per hektare, dan berapa kehilangan yang masih dapat diterima pemilik lahan.